Gee Dee Blog

Berpacu menjadi yang terbaik

bahaya rabies

diposting oleh kurniawan-h--fisip08 pada 14 November 2011
di kesehatan - 0 komentar

dimana tingkat kematiannya mencapai 95 %.

Rabies Pada  Hewan
Semua spesies hewan mamalia rentan untuk terinfeksi virus rabies, tetapi hanya beberapa spesies tertentu yang dapat menjadi inang bagi virus ini. Di Amerika Serikat menurut laporan yang medicastore ambil dari situs www.cdc.gov, jenis virus rabies yang berbeda telah diidentifikasi terdapat pada binatang rakun, sigung, coyote & kelelawar.

Penularan virus rabies biasanya terjadi ketika air liur yang sudah terinfeksi dari inang kontak dengan hewan lain. Jenis penularan yang paling umum adalah melalui gigitan dari inang yang air liurnya sudah terinfeksi virus rabies. Meskipun demikian, cara penularan lain belum banyak tercatat seperti misalnya penularan melalui selaput lendir (seperti pada mata, hidung & mulut), penularan melalui alat hirup serta penularan karena transplantasi mata atau organ tubuh lainnya.

Diagnosis rabies pada hewan dapat dilakukan setelah terdeteksi adanya virus rabies pada bagian otak manapun, tetapi untuk lebih pastinya sebaiknya tes tersebut juga menyertakan jaringan dari otak besar & otak kecil.

Bahaya  Rabies Terhadap Manusia
Manusia biasanya tertular virus rabies karena gigitan dari hewan yang terinfeksi virus rabies. Tetapi pada kasus tertentu yang jarang, manusia juga dapat tertular virus rabies melalui kontak non gigitan. Semua gigitan binatang, tidak perduli letaknya mempunyai bahaya potensial untuk menularkan virus rabies.
rabies
Menurut situs health.gov.on.ca yang medicastore kutip, yang dimaksudkan dengan kontak non gigitan adalah melalui goresan, luka terbuka ataupun selaput lendir (seperti pada mata, hidung & mulut) yang terkontaminasi dengan air liur yang mengandung virus atau zat lain dari hewan yang menderita rabies.

Masa  Inkubasi
Masa inkubasi atau periode waktu mulai dari terkena virus rabies hingga menimbulkan gejala dapat bervariasi pada setiap orang. Biasanya berkisar antara 3-8 minggu, tetapi dapat juga menjadi sependek 9 hari ataupun selama 7 tahun. Lamanya waktu inkubasi tersebut tergantung pada beberapa hal. Seperti tingkat parahnya luka. Lokasi dari gigitan & kerentanan seseorang terhadap infeksi. Orang yang daya tahan tubuhnya kurang kemungkinan besar lebih rentan untuk mengalami rabies.

Gejala  Rabies pada Manusia
Pada manusia, gejala penyakit rabies biasanya ditandai dengan demam, batuk atau sakit tenggorokan. Dan dalam jangka waktu beberapa hari diserta dengan gejala lain yang lebih berat seperti halusinasi & kejang.

Apa yang  Harus Dilakukan bila Terpapar Rabies
Jika digigit oleh binatang atau jika zat yang dicurigai mengandung virus rabies seperti air liur dari binatang terkena bagian mata, hidung, mulut atau luka terbuka maka sebaiknya cuci bagian tubuh tersebut segera dengan sabun & air. Mencuci bagian yang tersentuh segera dengan sabun & air dapat mengurangi kemungkinan untuk terkena rabies. Hubungi dokter atau pusat layanan kesehatan lain untuk memastikan kemungkinan terkena rabies. Vaksin rabies dapat diberikan langsung apabila resiko terkena virus rabies tersebut besar.

Pencegahan  Rabies
pasien terinfeksi virus rabies Cara yang paling efektif untuk mencegah terjadinya penyakit rabies pada manusia adalah dengan menghilangkan kemungkinan penyakit rabies pada anjing melalui vaksinasi. Vaksinasi pada hewan (terutama anjing) telah mengurangi angka kejadian penyakit rabies pada manusia di berbagai negara.

Sampai saat ini belum ada obat untuk penyakit rabies ketika gejala penyakit tersebut sudah muncul, oleh karena itu pencegahan sangat penting untuk dilakukan. Kematian manusia akibat penyakit rabies dapat cegah melalui vaksinasi. Vaksin rabies pre-exposure dapat diberikan pada orang yang beresiko tinggi untuk terkena virus rabies supaya dapat terlindungi apabila mereka terpapar virus rabies. Sedangkan vaksin rabies post-exposure dapat mencegah terjadinya penyakit rabies apabila diberikan pada seseorang setelah mereka terpapar virus rabies, vaksin ini sebaiknya diberikan sesegera mungkin setelah terpapar virus rabies.

Vaksin  rabies post-exposure
Bagi pasien yang belum pernah di vaksin rabies sebelumnya, maka CDC USA menyarankan untuk diberikan vaksin rabies post-exposure baik yang berupa antibodi pasif & vaksinnya.

Kombinasi antara HRIG (human rabies immune globulin) & vaksin direkomendasikan, baik untuk paparan virus akibat gigitan ataupun yang non-gigitan, tanpa melihat jarak waktu antara paparan virus dengan saat pemberian vaksin.

Sedangkan untuk orang yang sebelumnya telah di vaksin rabies atau menerima vaksin rabies pre-exposure, sebaiknya hanya diberikan vaksin saja tanpa HRIG.

Efek samping akibat menerima vaksin & imunoglobulin rabies jarang terjadi, vaksin jenis baru yang digunakan saat ini juga lebih sedikit menimbulkan efek samping dibandingkan dengan vaksin jenis yang lama. Reaksi lokal ditempat vaksin disuntikan seperti kemerahan, bengkak & nyeri dapat terjadi, kadangkala dapat juga terjadi reaksi lainnya seperti sakit kepala, mual, nyeri pada perut & nyeri pada otot. Kadangkala nyeri & demam juga dapat terjadi setelah pemberian imunoglobulin rabies.

Vaksin rabies sebaiknya juga diberikan sesuai jarak waktu yang telah direkomendasikan. Karena pencegahan rabies merupakan hal yang penting, maka sebaiknya tidak dilakukan modifikasi pada dosis & interval pemberian vaksin.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :