Gee Dee Blog

Berpacu menjadi yang terbaik

pengolahan perpustakaan

diposting oleh kurniawan-h--fisip08 pada 14 November 2011
di perpustakaan - 0 komentar

  1
TEKNIK PENGELOLAAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN
 
 
I.  PENDAHULUAN.
 
A. Latar belakang Masalah
   Buku Perpustakaan sekolah adalah semua buku yang merupakan
kolseksi perpustakaan baik buku bacaan buku sumber maupun buku pelajaran.
Semua buku yang ada diperpustakaan sekolah memegang peranan yang sangat
penting dalam proses belajar mengajar. Oleh karena  itu buku perpustakaan
harus dapat dipertanggung jawabkan baik segi kebenaran materi, keamanan,
bahasa,penyajian perwajahan dan tata karma penulisannya.
  Kebenaran maeteri dan keamanan maksudnya tidak bertentangan
dengan pancasila dan undang – undang 1945, tidak bertentangan dengan
kebijakan pemerintah,tidak membahayakan kemanan NKRI,mendukung
kurikulum yang berlaku serta tata urutan materinya scara logis dan sistimatis 
  Bahasa yang dipakai adalah memakai bahasa Indonesia yang baku
mudah dipahami dengan bahasa siswa dan mengenai ilustrasi sesaui dengan isi,
mudah dipahami, menunjang teks, jelas dan menarik perhatian.
  Untuk bisa mempertanggung jawabkan semua itu buku hendaknya
dikelola dengan baik.jumlah koleksi yang memenuhi persyaratan tidak akan
berarti tanpa adanya pengelolaan yang baik dan sistematis. 
 
 
 
 
   2
B.  Perumusan masalah
Berdasarkan uraian tersebut diatas maka permasalahan yang akan dibahas pada
makalah ini adalah :
1.  Bagaimana cara mengolah buku yang masuk perpustakaan ?
2.  Bagaimana memberikan pelayanan kepada pemakai perpustakaan ? 
 
C.  Tujuan
 Berdasarkan rumusan masalah tersebut adapun tujuan pepmbuatan makalah
ini adalah :
1.  Ingin mengetahui cara mengolah buku yang masuk keperpustakaan.
2.  ingin mengetahui cara memberikan pelayanan kepada perpustakaan.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   3
 
 
II.  PEMBAHASAN
  Pengertian
 Pengelolaan buku perpustakaan berarti suatu proses kegiatan
kepustakaan  yang meliputi kegiatan mulai dari pengolahan sampai dengan
pelayanan pengguna perpustakaan.kegiatan pengolahan bahan pustaka adalah
suatu kegiatan yang meliputi kegiatan menginventaris buku,pengklasifikasian,
pembuatan catalog, penyelesaian dan penyusunan dirak buku.
A.  Pengolahan Buku.
Yang dimaksud dengan pengolahan bahan pustaka adalah kegiatan yang
meliputi inventaris,katalogisasi, klasifikasi, penyelesaian dan penyusunan
dirak buku.
1.  Inventarisasai buku.
Bahan pustaka baik buku maupun majalah,Koran atau yang lainnya yang telah
datang diperpustakaan perlu diolah sedemikian rupa  sehingga lebih berdaya
guna bagi sipemakai.adapun langkah menginventarisasi buku adalah 
a.  Pemberian stempel buku.
Semua buku yang sudah masuk diperpustakaan perlu dibubuhi
stempel.tempat – tempat yang perlu dibubuhi stempel yaitu : dibalik
halaman judul,bagian tengah halaman, bagian yang tidak ada tulisan
atau gambar, pada halaman akhir dan pada halaman yang dianggap
rahasia.
Stempel itu ada bermacam - macam ada stempel Inventaris, stempel
identitas perpustakaan.   4
Stempel Inventaris dibubuhkan dibalik halaman judul yang memuat
nama perpustakaan, kolom tanggal, serta nomor inventaris.sedangkan
stempel identitas perpustakaan berisi nama perpustakaan yang
bersangkutan.
Stempel ini dibubuhkan pada halaman tertentu sedapat mungkin tidak
menggenggu informasi yang terdapat didalam buku.
b.  Pemberian Nomo Buku
Setiap buku yang akan menjadi koleksi perpustakaan  yang
akan disusun dirak buku harus diberikan nomor.pemberian nomor
tidak hanya nomor induk saja,tetapi juga pemberian nomor berdasakan
klasifikasi ( Call Number ). Nomor induk adalah nomor urut buku
yang sudah ada dari nomor satu sampai nomor terakhir ditempatkan
pada halaman judul. Nomor induk terakhir menunjukan nomor buku.
Adapun hal – hal yang dicatat dalam buku induk adalah : 
1.  Kolom tanggal
2.  Kolom nomor induk 
3.  Kolom nama pengarang
4.  Kolom judul Buku
5.  Kolom Penerbit
6.  Kolom Tahun terbit
7.  Kolom harga buku
8.  Kolom sumber
9.  Kolom jumlah halaman
10.  Kolom keterangan.
   5
2. Katalogisasi.
 Salah satu hal penting dalam pengolahan buku adalah Katalogisasi. Aktivitas
pengolahan bahan pustaka terdiri dari pengkatalogan diskripyif, klasifikasi dan
penetuan tajuk subyek.
Catalog dapat disajikan dalam bentuk kartu, buku, lembaran lepas, maupun on line
Buku pedoman yang dipakai antara lain :
-  Buku pedoman pengkatalogan deskriptif dapat digunakan
peraturan katalogisasi Indonesia.
-  Buku pedoman klasifikasi dapat digunakan terjemahan ringkasan
klasifikasi Idewey dan Indek relative.
-  Buku pedoman penentuan tajuk subyek dapat digunakan tajuk
subyek untuk perpustakaan.
Adapun jenis katalog itu adalah:
-  Katalog pengarang
-  Katalog judul
-  Katalog subyek.
Unsur – unsure yang perlu dicantumkan pada apenulisan catalog :
1.  Tanda buku ( nomor buku, tiga huruf nama pengarang, satu hurup
judul buku ).
2.  Nama pengarang.
Cara penulisansesaui dengan peraturan nama keluarga yang
didepan.
3.  Judul buku
Judul buku ditulis sesuai dengan apa yang tertera dihalaman judul .   6
4.  Edisi.
Diisi khusus buku – buku yang mengalami penyuntingan kembali
untuk penulisan ditulis Ed.ke-2 dan seterusnya.
5.  Penerbitan.
Dicantumkan tempat terbit, penerbit dan tahun terbit. Cantoh 
Jakarta : Balai pustaka, 1998.
6.  Deskripsi fisik yang meliputi jumlah halaman, gambar, jilid,
ukuran buku.
3. Klasifikasi.
 Klasifikasi adalah pengelompokan buku berdasarkan  subjek buku. Pada
langkah ini buku – buku yang sejenis akan terkumpul dalam satu kelompok. Dengan
adanya klasifikasi pada perpustakaan pelayanan diperpustakaan dapat dilaksanakan
dengan mudah, cepat dan tepat. System klasifikasi persepuluhan Dewey yang dipakai
pada perpustakaan sekolah dewasa ini mengelompokkan seluruh cabang pengetahuan
menjadi sepuluh kelas atau golongan masing – masing menggunakan 3 angka dasar. 
4. Penyelesaian.
 Pada tahap penyelesaian ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk
melengkapi koleksi buku, adapun langkah itu antara lain :
1.  memberi kantong buku.
Kantong buku dibuat dari kertas yang agak tebal dengan ukuran 7 dan 9 Cm
pada kantong dicantumkan nama pengaran, judul buku, nomor klasifikasi.
Kantong tewrsebut diletakan pada kulit buku bagian belakang.
2. Kartu buku.
Kartu buku dibuat dari kertas manila berukuran 6 X 10 Cm dalam kartu buku
dicantumkan keterangan tentang nama pengarang, judul, nomo, nama
peminjam, tanggal kembali.m kartu buku dimasukan pada kantong buku.   7
3.  Lembaran Tanggal Pengembalian
 Lembaran ini dibuat dari kertas biasa. Ditempatkan pada halaman
belakang buku dan diusahakan agar tidak mengganggu  teks atau ilustrasi
buku.
4. Tanda Buku.
 Tanda buku ditulis pada secarik kertas dengan ukuran 2 X 4 Cm.
kertas tersebut ditempelkan pada bagian bawah punggung buku yaitu 3 Cm.
ditepi bawah buku. adapun yang dicantumkan adalah call number.
Buku – buku yang telah diolah secara lengkap kemudian disusun dirak buku
berdasarkan pengelompokannya sehingga pada saat pengguna perpustakaan
membutuhkan sebuah buku maka akan lebih mudah untuk mencarinya.
B.  PELAYANAN.
   Pelayanan Perpustakaan  adalah seluruh kegiatan penyampaian bantuan
kepada pemakai melalui berbagai fasilitas, aturan, dan cara tertentu pada sebuah
perpustakaan agar seluruh koleksi perpustakaan dimanfaatkan semaksimal
mungkin.
  Sifat dan sistim pelayanan pada dasarnya bersifat demokratis karena
perpustakaan melayani semua warga sekolah tanpa membedakan status social,
ekonomi, kepercayaan maupun status yang lainnya. semua warga sekolah bebas
berkunjung dan memanfaatkan jasa perpustakaan. ada  2 sistem  pelayanan
perpustakaan yang dikenal dewasa ini:
  1. pelayanan terbuka.
Dengan sistem ini para pemakai perpustakaan bebas memilih dan
mencari sendiri bahan pustaka yang ada dirak buku.  apabila
pengunjung mendapat kesulitan dalam memenuhi bahan pustaka yang
dicari mereka dapat meminta bantuan kepada petugas  perpustakaan.   8
pada system ini ruang baca dan ruang koleksi tidak  ada pemisahnya,
berada dalam 1 ruangan.
 
 2. Pelayanan Tertutup.
Pada pelayanan jenis ini petugas yang mengambil bahan pustaka yang
diperlukan pemakai.dalam system tertutup ini peminjam tidak boleh
mengambil sendiri, pengunjung tidak boleh masuk keruang koleksi,
sehingga pengunjung harus benar – benar mengetahui judul buku yang
akan dibacanya. Pengunjung bisa mencari data dikartu catalog.
PERATURAN DAN TATA TERTIB PERPUSTAKAAN.
 Maksud diadakan peraturan dan tatatertib perpustakaan untuk
menjamin ketertiban dan kelancaran pelayanan perpustakaan bentuk
peraturan bisa lisan, tertulis, rekaman atau rambu – rambu.
Isi peraturan meliputi:
a.  Keanggotaan. 
-     Persyaratan menjadi anggota
-     Tata cara menjadi keanggotaan
b.  Waktu pengembalian.
 
 
 
 
 
   9
 
III.PENUTUP
Berdasarkan urain tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa pelaksanan
pengelolaan perpustakaan mulai dari pengolahan buku sampai
memberikan pelayanan kepada pemakai perpustakaan. Semua ini
membutuhkan pengelolaan yang cukup panjang dan membutuhkan
ketelatenan. Dengan adanya hal tersebut penulis menghimbau supaya
petugas perpustakaan tidak hanya dipakai sebagai tugas sampiran saja.
Petugas perpustakaan membutuhkan petugas khusus sehingga pelaksanaan
pengelolaan perpustakaan dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan
yang diharapkan pemerintah pada umumnya dan sekolah pada khususnya.   10
DAFTAR PUSTAKA
 
DEPDIKBUD.1996.Pedoman Teknis Penyelenggaraan Perpustakaan
SLTP.Jakarta: Depdikbud.
         
 
  

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Blogroll

time

indonesia united

lumba-lumba darat

Pengunjung

    323.981