Gee Dee Blog

Berpacu menjadi yang terbaik

globalisasi dan informasi

diposting oleh kurniawan-h--fisip08 pada 14 November 2011
di populer - 0 komentar

GLOBALISASI DAN INFORMASI

 

 

Teori globalisasi muncul akibat serangkaian perkembangan teori sosial, khususnya reaksi dari perspektif teori modernisasi.

 

Globalization is a process of interaction and integration among the people, companies and governments of different nations, a process driven by international trade and investment and aided by information technology. This process has effects on environment, on culture, on political system, on economic development and prosperity and on human physical well-being in societies around the world”

 

Globalisasi dapat dianalisa secara kultural, ekonomi, politik dan atau institusional. Dalam masing-masing kasus, kunci perbedaannya adalah sejauh mana aspek homogenitas dan heterogenitas meningkat. Pada titik ekstrem, globalisasi kultur, misalnya dapat dilihat sebagai ekspansi transnasional dari kode dan praktek bersama (homogenitas), atau sebagai proses di mana banyak input kultural lokal dan global saling berinteraksi untuk menciptakan semacam perpaduan yang mengarah ke pencangkokan kultur (heterogenitas).

 

Trend menuju homogenitas seringkali diasosiasikan dengan imperialisme kultural atau dengan kata lain bertambahnya pengaruh internasional terhadap kultur tertentu.

 

Ada banyak variasi pemahaman tentang imperialisme kultural ini, di antaranya dikatakan bahwa globalisasi kultur yang menekankan pengaruh kultur Amerika (Kuisel & Ritzer), Barat (Giddens) atau negara-negara pusat (Hanners). Namun Robertson tidak menggunakan istilah imperialisme kultural dan menentang ide tsb dengan konsepnya glocalization, dimana dunia global dilihat berinteraksi dengan dunia local untuk menghasilkan sesuatu yang berbeda, yaitu glocal.

 

Beberapa teoritisi yang memfokuskan pada faktor-faktor ekonomi cenderung menekankan arti penting ekonomi dan efeknya yang bersifat homogenizing terhadap dunia. Mereka umumnya melihat globalisasi sebagai penyebaran ekonomi pasar ke seluruh kawasan dunia yang berbeda-beda. ( Beberapa pengamat memperhatikan efek homogenisasi ini memperburuk krisis ekonomi global dengan mengecam Bank Dunia, WTO dan IMF karena pendekatan “one-size-fits all” yang tidak mempertimbangkan perbedaan nasional).

 

Meski beberapa teoritisi menekankan aspek homogenitasnya, namun ada yang mengakui beberapa perbedaan (heterogenitas) di pinggiran ekonomi global. Bentuk lain dari heterogenitas dalam dunia ekonomi menyangkut misalnya komodifikasi kultur lokal yang mengkaitkan berbagai produk dengan kebutuhan berbagai spesifikasi lokal.

 

Pemikiran-pemikiran tentang Globalisasi yang terkait dengan peran informasi dan teknologi informasi:

 

  • Douglas Kellner (perspekstif Neo-Marxian)

Kellner mengatakan “Kunci memahami globalisasi adalah dengan melibatkan pasar kapitalis, seperangkat relasi sosial dan aliran komoditas, kapital, teknologi, ide-ide, bentuk-bentuk kultur dan penduduk yang melewati batas-batas nasional via jaringan masyarakat global. Transmutasi teknologi dan kapital bekerjasama menciptakan dunia baru yang mengglobal. Transmutasi teknologi dan kapital bekerja sama menciptakan dunia baru yang mengglobal dan saling terhubung. Revolusi teknologi yang menghasilkan jaringan komputer, transportasi dan pertukaran merupakan anggapan terbentuknya sistem pasar kapitalis dunia yang menarik area dunia, ruang produksi, perdagangan dan konsumsi ke dalam orbitnya”

Pemikiran Kellner yang terpenting adalah untuk memahami globalisasi, teknosainslah (techno-science) yang bertindak sebagai infrastruktur. Jadi, kuncinya terletak pada hubungan antara tekno-sains dan ekonomi kapitalis, atau tekno-kapitalisme (techno-capitalism). Lebih lanjut Kellner menonjolkan peran internet dalam hal ini. Teknologi baru ini dianggap secara tidak langsung sebagai sarana dan cara untuk mempromosikan globalisasi kapitalis.

 

  • Anthony Giddens (tentang Runaway World)

Dalam tulisannya di atas, Giddens pada intinya mengatakan bahwa kita sedang melalui sebuah periode besar transisi sejarah, yaitu perubahan yang sedang mempengaruhi kita tidak terbatas di satu wilayah di muka bumi, tetapi menjangkau hampir setiap tempat. Kehidupan jaman sekarang berkembang di bawah pengaruh ilmu, teknologi dan pemikiran rasional yang membawa kita pada situasi yang tak terkendali. Selain itu beberapa pengaruh yang semula dapat diprediksikan seringkali membawa dampak yang sebaliknya. Perubahan iklim global mendatangkan risiko yang tidak pernah ditemui pada masa-masa sebelumnya, khususnya dalam perekonomian elektronik global (global electronic economy)

Globalisasi juga mempengaruhi kehidupan sehari-hari dalam tingkatan keluarga dan memberikan kontribusi terjadinya perubahan budaya dan tradisi, sehingga muncul “ajang pertempuran” antara fundamentalisme dan toleransi kosmopolitan.

Dalam dunia yang mengglobal di mana informasi dan gambar secara rutin ditransmisikan ke seluruh muka bumi, kita semua senantiasa menghadapi perbedaan-perbedaan pandangan dalam menyikapinya. Kaum kosmopolitan menyambut baik dan merangkul kompleksitas budaya, namun kaum fundamentalis menganggap hal itu menganggu.

 

  • Ulrich Beck

Esensi pemikiran Beck adalah pembedaan antara globalisme, globalitas (globality) dan globalisasi. Globalisme adalah pandangan bahwa dunia didominasi oleh perekonomian dan kita menyaksikan munculnya hegemoni pasar dunia kapitalis dan ideologi neoliberal yang menopangnya.

Selain kritik tentang globalisme, Beck juga melihat kebaikan dalam idenya tentang globalitas, yaitu bangsa berada dalam ruang ruang tertutup yang semakin ilusif. Ruang-ruang itu semakin ilusif karena globalisasi (proses di mana suatu negara berdaulat dimasuki oleh aktor-aktor transnasional dengan berbagai macam orientasi, identitas dan jaringan.

Manifestasi transnasional dalam Globalitas adalah:

  • Kehidupan sehari-hari yang ditandai dengan interaksi lintas negara.

  • Bidang-bidang media massa, konsumsi dan pariwisata yang bersifat transnasional.

  • Komunitas, tenaga kerja dan capital semakin placeless.

  • Meningkatnya persepsi transkultural dalam kehidupan kita.

  • Industri-industri kultur global beredar pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

  • Meningkatnya jumlah dan kekuatan aktor-aktor, institusi dan kesepakatan transnasional.

 

  • George Ritzer (Globalization of Nothing)

Selain karyanya tentang McDonalisasi, Ritzer menyatakan bahwa kita sedang menyaksikan globalisasi “nothing” (globalization of nothing). Globalisasi cenderung menyebarkan nothing ke seluruh dunia. Yang dimaksud nothing adalah bentuk yang dibayangkan dan dikontrol secara sentral yang (sebagian besar) kosong dari isi yang distingtif (sebaliknya, sesuatu yang something didefinisikan sebagai bentuk yang dibayangkan dan dikontrol secara indigenous yang kaya dalam isi distingtif).

Ada 4 (empat) subtipe nothing, yaitu: non-places, non-things, non-people, non-service.

Argumen dasarnya adalah bahwa globalisasi membawa penyebaran nothingness ke seluruh dunia. Secara lebih spesifik, kita menyaksikan proliferasi global menuju nothing, yang dicirikan oleh control terpusat, kurangnya isi yang distingtif.

 

Pustaka Acuan

 

Giddens, Anthony, Runaway World, Bagaimana Globalisasi Merombak Kehidupan Kita, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2001.

 

Ritzer, George dan Douglas J. Goodman, Teori Sosiologi Modern, Jakarta: Prenada Media, 2003, hal 587 – 600.

 

Steger, Manfred B., Globalisme, Bangkitnya Ideologi Pasar, Yogjakarta: Lafadl Pustaka, 2005.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Blogroll

time

indonesia united

lumba-lumba darat

Pengunjung

    323.977