Gee Dee Blog

Berpacu menjadi yang terbaik

mcdonalisasi

diposting oleh kurniawan-h--fisip08 pada 14 November 2011
di teknologi informasi - 0 komentar

McDONALISASI

 

Proses globalisasi ekonomi mempengaruhi munculnya fenomena McDonalisasi di berbagai penjuru dunia. McDonalisasi yang melaju memang tidak bisa dipungkiri karena ada semacam “ilham” dari praktek bisnis fast food McDonald. Kehadiran McDonald merupakan tonggak lahirnya sebuah “paradigma” yang dinamakan McDonalisasi, yaitu sebuah proses di mana berbagai prinsip restoran fast-food hadir untuk mendominasi lebih banyak sektor kehidupan di berbagai negara manapun di dunia.

 

Manifestasi

Dampak McDonalisasi seiring waktu merambah ke berbagai sektor kehidupan dan dimanifestasikan dalam beberapa cara:

  1. Model McDonald tidak saja diadopsi oleh usaha waralaba makanan, namun masuk dalam restoran-restoran “cepat hidang” di negara-negara maju. Hal ini semakin lama penjualan restoran fast food nampak membedakan diri dengan restoran berlayanan tradisional.

  2. Berilham institusi bisnis waralaba ini, beberapa negara mengembangkan variasinya sendiri, mulai dari jenis makanan ringan sampai “body shop” dan aktivitas-aktivitas bisnis non makanan.

 

Dimensi McDonalisasi

Menjamurnya model McDonald ke dalam banyak aktivitas bisnis dikatakan oleh George Ritzer karena terdapat dimensi-dimensi penting yaitu pertama, McDonald menawarkan efisiensi, kedua McDonald menawarkan daya hitung atau penekanan pada aspek kuantitatif atas produk yang dijual (ukuran porsi dan ongkos) serta layanan yang ditawarkan (waktu pelayanan produk). Ketiga, McDonald menawarkan daya prediksi, keempat control, khususnya melalui substitusi non-manusia ke teknologi manusia, kelima irasionalitas atas rasionalitas.

 

  • Efisiensi berarti memilih sarana optimal bagi tujuan akhir yang telah ditetapkan. Dalam definisi ini terkandung penjelasan: optimal dalam hal ini bermakna upaya mendapatkan dan memanfaatkan sarana sebaik mungkin. Pengertian tersebut sebenarnya bukan pengertian umum seperti yang biasa kita pahami namun dalam masyarakat yang di-McDonalisasi lebih merupakan pengertian yang tidak pernah bisa dilacak sarana terbaik bagi tujuan akhirnya. Mereka pada kenyataannya menjadi cenderung menggantungkan pada sarana yang ditemukan dan dilembagakan. Dengan kata lain mereka digiring memiliki “hasrat lebih efisien”. Efisiensi dalam kenyataannya bisa ditemui meluas dalam hal proses, menyederhanakan produk, serta pada kegiatan-kegiatan teknis pelayanan dengan cara meminta konsumen melakukan sesuatu yang sebelumnya dikerjakan oleh karyawan. Dalam menyangkut proses, organisasi yang terMcDonaliasi akan menyiapkan alur kerja dan teknis produksi dengan prisip efisiensi yang melibatkan sejumlah pekerja dengan tugas khusus serta didukung oleh teknologi modern. Contoh lain penerapan efisiensi adalah menyangkut produk yang dihasilkan, yaitu dengan cara menyederhanakan produk. Upaya penyederhanaan produk ini merupakan landasan industrinya, yaitu sedikit bahan mentah, sederhana dalam pembuatan dan penyajiannya tetapi bisa cepat dikonsumsi (dimakan). Demi efisiensi organisasi ter-McDonalisasi “memaksa” konsumen bekerja.

 

  • Prinsip efisiensi McDonalisasi sebenarnya bisa kita jumpai dalam beberapa bidang kehidupan seperti komputerisasi pada penilaian, praktek-praktek medis, pusat-pusat perbelanjaan, hiburan dan olah raga.

 

  • Dalam prinsip Daya Hitung, McDonalisasi menekankan pada sesuatu yang bisa dikalkulasi, dihitung dan dibilang serta menitik beratkan kuantitas menjadi pengganti kualitas. Penekanan pada kuantitas ini berkaitan dengan proses maupun hasil akhir. Pada proses, penekanannya lebih pada kecepatan. Sedangkan pada hasil akhir, fokusnya terletak pada jumlah produksi yang dihasilkan dan disajikan. Aplikasi dimensi ini pada akhirnya diharapkan membawa pengaruh pada efisiensi, karena sesuatu yang didisain mampu dihitung akan mendukung prinsip efisiensi.

 

  • Penekanan pada kuantifikasi dibanding kualitas produk dalam prinsip Daya Hitung tersebut juga diikuti dengan penciptaan ilusi kuantitas di benak konsumen serta mengatur proses produksi dan layanan menjadi bilangan yang bisa dikontrol. Untuk kepentingan ilusi, penyajian produk biasanya diatur sedemikian rupa sehingga porsi dikesankan “tampak berlebihan”. Sedangkan dalam proses produksi dan layanan, pengukuran setiap elemen input sebelum proses produksi dilakukan dengan cermat sehingga bisa dipastikan kontrol kuantitas serta kualitasnya.

 

  • Kecepatan juga tampaknya menjadi sesuatu yang penting dalam prinsip ini. Organisasi terMcDonalisasi akan berusaha membuat terobosan bagaimana menyelesaikan dan menyajikan suatu produk dalam jumlah maksimal dalam waktu yang relatif singkat.

 

  • Fenomena kuantifikasi organisasi yang terMcDonalisasi juga bisa diamati dalam bidang pendidikan, publikasi, praktek medis, televisi, olah raga dan politik.

 

  • Prinsip Prediksi dalam McDonalisasi memberikan suatu kepastian dalam berbagai hal yang menyangkut banyak aspek, mulai bagi karyawan, organisasi maupun konsumen. Bagi karyawan prinsip ini memberikan “kepastian” tentang hal-hal yang berkaitan dengan cakupan bidang kerja. Pada organisasi, daya prediksi produk dalam beberapa aspek (ukuran, rasa, warna dsb) akan mudah dilakukan dengan melalui penyeragaman bahan mentah, penerapan teknologi sejenis dalam proses produksi serta sistem pengepakan.

 

  • Aplikasi prinsip Prediksi ini bisa dijumpai dalam praktek bisnis bidang-bidang hiburan, olah raga, mal belanja, wisata dan perumahan.

 

  • Pada kenyataannya, penekanan dimensi kontrol terletak pada penggantian manusia dengan teknologi non manusia melalui pencarian cara-cara untuk meningkatkan kontrol atas proses produksi, pekerja dan pelanggan. Pengertian teknologi dalam prinsip ini tidak hanya menyangkut mesin-mesin dan peralatan tetapi juga material, skill, pengetahuan, hukum, aturan, prosedur serta teknik.

 

  • Teknologi yang dirancang untuk mengurangi ketidakpastian yang disebabkan oleh manusia bisa ditemui dalam berbagai kegiatan bisnis makanan, bidang marketing dan sales di pertokoan.

 

  • Dimensi kelima sebenarnya lebih menekankan pada pengaruh negatif praktek McDonalisasi. Prinsip rasional yang mendasari bekerjanya organisasi modern dalam McDonalisasi pada akhirnya seringkali dianggap malah melahirkan irasionalitas dalam berbagai bentuk, diantaranya inefisiensi, ketidak mampuan prediksi, ketidak mampuan dihitung serta hilangnya control. Dan yang paling penting adalah irasionalitas yang mengarah pada pengingkaran prinsip kemanusiaan.

 

  • Meski McDonalisasi menggembar-gemborkan efisiensi, namun yang menjadi pertanyaan adalah efisiensi ditujukan untuk siapa? Karena jika diamati dengan cermat, sebagian perolehan efisiensi tsb hanya dirasakan oleh pencipta rasionalisasi. Sedangkan sebenarnya apa yang sedang dibangun adalah ilusi kesenangan bagi konsumen dengan menghadirkan berbagai macam fasilitas dan hiburan untuk menutupi irasionalitasnya.

 

  • Lebih jauh lagi, pengamatan tentang irasionalitas McDonalisasi sampai pada anggapan adanya penciptaan suatu sistem dehumanisasi yang anti manusia dan menghancurkan manusia. Pada kenyataannya ada sejumlah irasionalitas yang terjadi diantaranya yaitu ancaman kesehatan dan lingkungan, dehumanisasi pegawai dan pelanggan, pengaruh negative hubungan manusia dan proses homogenisasi.

 

Sumber:

 

Ritzer, George, 2002. Ketika Kapitalisme Berjingkrang, Telaah Kritis Terhadap Gelombang McDonalisasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Blogroll

time

indonesia united

lumba-lumba darat

Pengunjung

    323.997